Global warming. Suatu hal yang sudah tidak asing lagi untuk didengar. Mungkin buat lo yang belom pernah denger kata-kata global warming, bisa gue jelasin sedikit. Kalo menurut pandangan orang pada umumnya, global warming artinya adalah pemanasan global. Pemanasan Global dalam arti bumi yang sudah mulai panas. Pemanasan ini terjadi karena semakin maraknya bahan kimia yang menjadi wabah bagi bumi serta isinya. Lalu, akan menjadi apakah bumi nantinya jika bahan kimia merajalela?
Pertanyaan diatas memang terlihat konyol, karena manusia hari ini hanya sedikit yang sadar bahwa global warming ini bisa berdampak sangat buruk. Ketika global warming ini sudah parah, maka yang mungkin terjadi ialah es di kutub utara dan selatan mencair. Jika mencair, mungkin separuh bumi akan tenggelam ditelan oleh air. Akhirnya global warming ternyata sangatlah berdampak negative untuk kita semua.
Gue berpandangan bahwa global warming ini sendiri artinya bukan pemanasan global yang terjadi karena bahan kimia yang sangat mewabah, namun global warming merupakan pemanasan ‘global’ bagi bumi serta isinya, namun gue lebih menspesifikasikan nya ke isi bumi yaitu makhluk hidup nya. Ironis banget emang pas gue denger kalo zaman sekarang tuh udah edan, udah gila. Penyebab dari global warming ini bukan bahan kimia yang mewabah, tapi kemajuan teknologi yang mewabah. Kemajuan teknologi ini memang ada dampak positif nya dan ada juga dampak negative nya. Akan tetapi, sebagian dampak positif yang ada justru bakalan jadi dampak negative nantinya. Nih, gue kasih contoh : pak budi adalah seorang guru di SMA sukacita. Ketika ia sedang memberikan PR ke muridnya, ia mengatakan “anak-anak, bapak kasih tugas buat dirumah. Cari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tahun 1905-hari ini. Dikumpulan minggu depan yaaa…”.
Lalu apa yang dilakukan anak-anak? Setahu gue, setelah diberi tugas seperti itu anak-anak langsung buka internet, trus ke mbah google buat nyari tugas nya. Hal ini sangat positif untuk para peserta didik, karena mendapatkan ilmu dengan mudah dan murah. Tidak perlu mahal-mahal untuk membeli buku sejarah. Namun, apakah ini menjadi dampak negative? Kalo gue bilang sih ini bakalan jadi dampak negative banget. Karena kalo misalnya anak-anak pas ngerjain tugas trus sumbernya dari internet, itu bakal ngelatih para peserta didik untuk bermalas-malasan. Dan kalo setahu gue juga, para peserta didik yang mencari bahan di internet (google/Wikipedia/dll) itu Cuma ngeliat sekilas doang, bukan dipelajari terlebih dahulu. Abis itu di copy paste deh. Dan ini malah ngelatih anak-anak buat curang dan licik. Kalo curang dan licik, mau jadi apa Indonesia nanti? Mau banyak koruptor nya?
Hahahaha ini Cuma tulisan iseng gue doang gays (eh maksut gue guys). wkwkwkwkw
Di coret-coret ama si ---- Muammar Khadafi
No comments:
Post a Comment