Showing posts with label kegiatan. Show all posts
Showing posts with label kegiatan. Show all posts

Jul 4, 2012

Menggosipkan Realisme-Sosialisme Pramoedya Ananta Toer | Ngobrol Asik TerangSore

Oleh : Among Prakosa

Di sela himpitan tugas dan gencarnya kuliah pengganti menjelang UAS, bocah TerangSore pada awal sore hari ke 23 di bulan Juni ini menyempatkan diri untuk berkumpul dan menggosipkan apa itu Realisme-Sosialisme, sering ditulis Realisme-Sosial, dengan menggunakan novel milik Pramoedya Ananta Toer (Pram) sebagai rujukan.

Ngobrol asik ini merupakan pemanasan untuk program Kelas Menulis Terang Sore yang akan memasuki putaran ketiga. Rencananya, putaran ketiga Kelas Menulis Terang Sore akan digulirkan saat tahun ajaran baru 2012.

Juga masih menggunakan diksi “rencananya”, di putaran ketiga nanti Kelas Menulis akan mencoba bentuk tulisan Jurnalistik, khususnya Jurnalisme Sastrawi.


Apr 9, 2012

On-Air JOGJA Indonesia Buku

Oleh : Muammar Khadafi


Kemarin pada tanggal 28 Februari 2012, Terang Sore mengadakan acara ‘jalan – jalan bersama Terang Sore’. Acara ini merupakan salah satu agenda program kerja nya bocah – bocah Terang Sore, loh. Daerah Istimewa Yogyakarta lah yang kami singgahi untuk acara ini. Kami berkunjung ke tempat salah satu rekan kami di Yogyakarta dan berjalan – jalan untuk mencari buku ke daerah ‘Taman Pintar’. Nah, bagi teman – teman yang mau membaca ceritanya, ayo baca tulisan ini. Soalnya, tulisan ini merupakan follow up dari jalan – jalan kita kemarin loh.

Rute awal kami di kota pelajar yaitu Indonesia buku, merupakan sebuah komunitas yang sudah cukup terkenal di daerah Yogyakarta. Komunitas yang dipelopori oleh Muhidin M. Dahlan (biasa disapa Gus Muh) ini mengundang kami untuk siaran on air di salah satu program mereka. Program itu bernama Radio Buku.Sebuah komunitas yang menurut kami adalah ‘guru’ dari Terang Sore, bernama Indonesia Buku, karena mereka bergelut di bidang wacana, artikel – artikel, dan penelitian. Sebuah komunitas yang sangat mencerdaskan bangsa, bukan? Hari itu, kami berada di Indonesia Buku sampai malam menjelang. Karena, tidak hanya siaran saja yang kami lakukan disana, melainkan share tentang ‘bagaimana perjalanan Indonesia Buku sampai bisa sebesar ini taman baca nya?’. Setelah share, kami merasa bahwa kita memiliki banyak PR. Setelah itu, kami diberikan oleh Gus Muh sebuah software untuk mengkatalogikan buku – buku di taman baca Terang Sore. Setelah itu, kami merasa lelah dan berisitirahat di kediaman pakde nya Laras Maharani (Bocah Terang Sore).

Jan 1, 2012

Acara Padang Ilalang di Ultahnya yang Ke-2

oleh : Muammar Khadafi

Happy New Year semuaaaaaa, cuma mau transformasi aja nih. tentang kegiatan saudaranya Terang Sore. Dibaca yaaaaaa...
 18 Desember 2011, pagi hari di lapangan yang luas. Acara yang diadakan oleh komunitas padang ilalang ini berlangsung dengan baik, walaupun cuaca sedang tidak memungkinkan. Acara ini diikuti oleh anak – anak kecil yang jumlahnya kurang lebih ada 25 anak. Anak – anak kecil yang masih polos untuk mengetahui dunia luar, menjadi terlatih semenjak mengikuri acara tersebut. Karena tujuan dari acara ini pun sangat mulia, yaitu memberi kepekaan pada anak – anak kecil untuk mengetahui dunia luar itu seperti apa, belajar untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, dan mengasah kerjasama kelompok yang baik dari usia dini.

Dec 14, 2011

BUMI SEMAKIN BERKARAT, NEGARA PUN MELARAT

Oleh: Laras Maharani

Salam hangat untuk Sahabat Terang Sore.

Pada tanggal 11 Desember 2011 kemarin, Terang Sore mengadakan ngobrol asyik dengan tema “Bagaimana Mental Manusia Memicu Krisis Pangan dan Air” yang bekerjasama dengan teman-teman KOMPLEET (Komunitas Peduli Gunung Slamet) di Kedai Telapak, Pabuaran. Mas Kuncung, selaku pembicara, berhasil menciptakan atmosphere seru dan menyenangkan selama acara ngobrol asyik berlangsung. Bahkan, waktu ngobrol asyik yang dimulai pukul 15.00 dan seharusnya berhenti di pukul 16.30, menjadi ‘molor’ hingga pukul 17.30 saking tidak terasanya waktu cepat berlalu. Padahal bocah-bocah Terang Sore serta audience lain yang kebanyakan dari teman-teman Bio Explorer masih tetap semangat ber’gossip’ dan bertanya hingga maghrib menjelang.

Mas Kuncung membuka acara ngobrol asyik dengan berkata, “Kemenangan gerakan lingkungan adalah kemenangan bagi semua. Namun sebaliknya, kekalahan gerakan lingkungan adalah kehancuran kita semua.” Tentu saja ucapan Mas Kuncung tersebut seharusnya kita resapi dan sadari, apalagi melihat kita yang sekarang ini selalu berhadapan dengan para raksasa (negara korporat) dan batas waktu, maka mulailah dari apa yang ada, bukan apa yang seharusnya ada.
          Faktanya, bumi yang tak terawat dan semakin rusak ditandai dengan:
1.     Hampir 1 miliyar galon minyak tumpah ke permukaan bumi akibat kecelakaan lingkungan,
2.     Atmosfer kita dipenuhi oleh hampir 1 juta ton bahan kimia beracun, seperti sulfur oksida, logam berat, karbon monoksida, dan lain sebagainya,
3.     Hutan alam di permukaan bumi yang tersisa hanya tinggal 8 persen,
4.     Sekitar dua pertiga keragaman hayati di dunia sudah punah,
5.     Suhu bumi rata-rata naik 0,3 – 0,6 derajat Celcius,
6.     Permukaan laut rata-rata naik sekitar 10-25 cm,
7.     Tahun 2003 AS mengalami 562 tornado, di Filipina intensitasnya meningkat 2 kali dan tahun 2004 badai tropis untuk yang pertama kalinya melanda atlantik selatan,
8.     Gelombang panas berulang kali melanda berbagai negara (Cina, Prancis, Jepang, India, dll) Diperkirakan 80 Orang Tewas akibat Gelombang Panas terburuk di Bangladesh dalam beberapa dekade terakhir,
9.     Kekeringan terparah dalam 50 tahun terakhir melanda Amazon. Sungai yang bermeter-meter kedalamannya pada saat itu dapat dilintasi dengan berjalan kaki.

Dec 2, 2011

Nonton Film & Ngobrol Asik Film Patch Adam




  Kemarin pada tanggal 26 November 2011 di Kedai Telapak, Terang Sore mengadakan acara ‘Ngobrol Asik & Nonton Film Bareng’. Acara ini mengundang dua pembicara, yaitu Dr. Mambo (Kepala Rumah Sakit Banyumas & Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed) dan Mas Dadan (salah satu dosen di jurusan Sosiologi Fisip Unsoed). Film yang kita puter berjudul ‘Patch Adam’. Tujuan kita mengambil film ini karena ingin memberi sedikit pencerahan bagi teman – teman semua (khususnya bagi kalian yang bergelut di bidang kedokteran dan obat – obatan) ketika sembuh dari penyakit itu tidak hanya bergantung pada obat yang harus dibeli dengan uang. Nah, bagi teman – teman yang tidak bisa hadir di acara kita kemarin, tenang aja. Kita akan memberi follow up nya di tulisan ini . Patch Adam, seorang lelaki yang berkarakter ‘lucu dan konyol’ ini, sangat hebat. Karena ia bisa melawan karakter pribadinya itu ketika orang yang ada di sekitarnya terlihat seperti seorang yang sudah tidak memiliki daya untuk hidup lagi. Sikap kritisnya terhadap birokrasi kedokteran pun telah menjadi suatu hal yang sangat mendidik bagi kita semua. “Di film Patch Adam, ada hal yang bisa diambil, ada sisi kemanusiaan yang harus diperhatikan. Ini bukan permasalahan Patch Adam orang yang sangat baik. Tapi itu bukti resistensi Patch Adam terhadap sistem”, ungkap Widanshah yang merupakan mahasiswa Fisip Unsoed Jurusan Politik ’08 ini, sewaktu ngobrol asiknya sedang berlangsung.















Suggesti yang diberikan oleh dokter ternyata membuat si pasien percaya terhadap omongan dokter tersebut. Ketika dokter menyarankan dan menyuruh pasien untuk minum obat, maka pasien tersebut akan mengikutinya karena pasien (masyarakat) itu percaya bahwa dokter adalah ‘sang penyembuh dari berbagai penyakit’. Namun, hal ini tidak diberikan oleh Patch Adam. Patch Adam justru memberikan lelucon terhadap pasiennya. Dia beranggapan bahwa pasien itu pasti akan senang dan akan melupakan penyakitnya ketika sudah dihibur.“Saya pernah baca di bukunya Ivan Illich. Ketergantungan masyarakat dengan dokter itu ada tiga, pertama tergantung dengan medic, kedua tergantung dengan dokter, dan ketiga tergantung dengan kultural. Lalu, kemarin saya ikut seminar. Yang saya tangkap dari seminar itu adalah ‘mengapa ada ketergantungan?’ Ada pengetahuan yang timpang. Kemudian dokter membatasi pengetahuan agar masyarakat tidak tahu apa-apa. Juga ada kampanye bahwa dunia dokter adalah yang paling oke buat obat. Padahal, proses pengobatan bukan sekedar medis, tapi juga dari mencintai dan memahami sesamanya. Bagi saya, semua orang itu adalah dokter”, ungkap Mas Dadan selaku dosen jurusan Sosiologi Fisip Unsoed.












































Orang yang sakit itu sudah cukup tersiksa dengan penyakitnya. Jangan tambahkan lagi siksaannya saat menjenguknya, dengan mengatakan, “bagaimana keadaanmu?”. Sebagai penjenguk, sebenarnya kita sudah bisa menilai sendiri dari keadaan yang terlihat. Kalau dia masih lemah, tergolek pasrah di tempat tidur, pastilah dia masih sakit. Dan pertanyaan itu pasti menambah derita psikologisnya. Karena tidak ingin mengecewakan orang yang sudah repot-repot datang menjenguknya, si sakit pasti akan berkata, “sudah agak baikkan kok” atau “sudah lebih baik kok”. Padahal bukan itu yang dia rasakan. Bukankah lebih baik, jika memberikan pernyataan, “keadaanmu sepertinya lebih baik”. Basa – basi yang lebih memberikan semangat positif, daripada menanyakan keadaannya itu seperti apa. Tanpa uang yang dipakai untuk membeli obat pun, penyakit itu dapat sembuh. Seseorang akan sembuh oleh lingkungannya sendiri. Artinya, sugesti bermain di dalam kesembuhan seseorang. Dan akhirnya obat dari sebuah penyakit itu adalah psikologi manusia itu sendiri.






Nov 8, 2011

Seminar : Agenda Politik Kesejahteraan Koperasi

Oleh : Fetty Wiyani 

hay.. para sahabat Terang Sore.. kali ini penulis pengen nge-share tentang salah satu acara yang ada di Purwokerto. jadi, pada tanggal 8 November 2011, komunitas baca Terang Sore diundang dalam seminar sehari agenda politik kesejahteraan dan penguatan kemandirian koperasi. acara ini merupakan salah satu kegiatan launching dari lembaga konsultan koperasi yang bernama BAE. acara ini dihadiri oleh pembicara-pembicara yang terbilang keren deh hehehehe... untuk sesi seminar pertama yang membahas tentang agenda politik kesejahteraan, yang di moderatori oeh mas Jarot C. Setiyoko dan pembicara oleh Bapak Dawam Rahardjo, beliau adalah ahli ekonomi politik yang top banget, serta tidak kalah kerennya yaitu mas Suroto, beliau juga adalah aktivis koperasi yang jam terbangnya udah tinggi.