Salam hangat untuk Sahabat Terang Sore.
Pada tanggal 11 Desember 2011 kemarin, Terang Sore mengadakan ngobrol asyik dengan tema “Bagaimana Mental Manusia Memicu Krisis Pangan dan Air” yang bekerjasama dengan teman-teman KOMPLEET (Komunitas Peduli Gunung Slamet) di Kedai Telapak, Pabuaran. Mas Kuncung, selaku pembicara, berhasil menciptakan atmosphere seru dan menyenangkan selama acara ngobrol asyik berlangsung. Bahkan, waktu ngobrol asyik yang dimulai pukul 15.00 dan seharusnya berhenti di pukul 16.30, menjadi ‘molor’ hingga pukul 17.30 saking tidak terasanya waktu cepat berlalu. Padahal bocah-bocah Terang Sore serta audience lain yang kebanyakan dari teman-teman Bio Explorer masih tetap semangat ber’gossip’ dan bertanya hingga maghrib menjelang.
Mas Kuncung membuka acara ngobrol asyik dengan berkata, “Kemenangan gerakan lingkungan adalah kemenangan bagi semua. Namun sebaliknya, kekalahan gerakan lingkungan adalah kehancuran kita semua.” Tentu saja ucapan Mas Kuncung tersebut seharusnya kita resapi dan sadari, apalagi melihat kita yang sekarang ini selalu berhadapan dengan para raksasa (negara korporat) dan batas waktu, maka mulailah dari apa yang ada, bukan apa yang seharusnya ada.
Faktanya, bumi yang tak terawat dan semakin rusak ditandai dengan:
1. Hampir 1 miliyar galon minyak tumpah ke permukaan bumi akibat kecelakaan lingkungan,
2. Atmosfer kita dipenuhi oleh hampir 1 juta ton bahan kimia beracun, seperti sulfur oksida, logam berat, karbon monoksida, dan lain sebagainya,
3. Hutan alam di permukaan bumi yang tersisa hanya tinggal 8 persen,
4. Sekitar dua pertiga keragaman hayati di dunia sudah punah,
5. Suhu bumi rata-rata naik 0,3 – 0,6 derajat Celcius,
6. Permukaan laut rata-rata naik sekitar 10-25 cm,
7. Tahun 2003 AS mengalami 562 tornado, di Filipina intensitasnya meningkat 2 kali dan tahun 2004 badai tropis untuk yang pertama kalinya melanda atlantik selatan,
8. Gelombang panas berulang kali melanda berbagai negara (Cina, Prancis, Jepang, India, dll) Diperkirakan 80 Orang Tewas akibat Gelombang Panas terburuk di Bangladesh dalam beberapa dekade terakhir,
9. Kekeringan terparah dalam 50 tahun terakhir melanda Amazon. Sungai yang bermeter-meter kedalamannya pada saat itu dapat dilintasi dengan berjalan kaki.