Oct 13, 2011

Iklan Politik dalam Realitas Media

Oleh : Caeni Gita P

Politik Indonesia saat ini lebih mengedepankan pencitraan tanpa mempedulikan substansi politik itu sendiri. Masyarakat lebih menganggap politik Indonesia saat ini sebagai politik yang manipulative.manipulatif. dimana politik manipulative yang dimaksud yaitu, politik yang diwarnai dengan penodaan pada sistem politik yang ada seperti, banyaknya kebohonga dan kepalsuan yang dilakukan oleh oknum-oknum politik. Salah satunya adalah iklan politik yang saat ini sudah tidak asing dikalangan masyarakat.

Iklan politik sebenarnya merupakan salahsatu cara penyampaian aspirasi atau pesan para politikus kepada masyarakat, agar masyarakata dapat ikut berperan aktif dalam kehidupan politik itu sendiri. Periklanan politik tabiatnya hampir sama dengan periklanan komersial, yakni sama-sama  mempengaruhi masyarakat untuk tertarik dengan iklan yang telah disajikan. Iklan politik sebagai media sosialisasi dan pengenalan tokoh tersebut dan menarik audience (masyarakat) untuk memilih sang calo  tersebut. Iklan politik saat ini lebih mengandalkan tampilan fisik, seolah-olah calon berpendidikan tinggi, ramah, mengerti perasaan rakyat, dan berjanji surge seperti ingin mengubah negara ini.

Zaman sekarang iklan politik sangat diperlukan sebagai upaya menarik perhatian warga masyarakat untuk dapat memilih sang caleg, capres, dan lain sebagainya. Ibarat kata, tidak ada parpol yang ini maju dan memenangkan kompetisi pemilu tanpa mengandalkan iklan politik. Namun,saat ini, iklan politik hanya dijadikan sebagai ajang promosi untuk berkompetisi memperebutkan kekuasaan. Sehingga iklan politik yang seharusnya menghimbau masyarakat, justru hanya sebuah ilusi belaka.

Hal ini menyebabkan iklan politik yang ideal tidak terjadi,substansi politik yang seharusnya ada pada iklan telah berganti menjadi pencitraan visual yang lebih mengedepankan tampilan serta janji-janji surge kepada masyarakat, tanpa berpikir apakah janji tersebut bisa mereka laksanakan dengan baik atau tidak. Di[pikirkan “mereka” yang penting hanyalah duduk dikursi pemerintah dan berkuasa sepenuhnya, bukan untuk mengabdi pada bangsa ini, tetapi lebih kepada dari ego mereka untuk mengembalikan uang yang telah mereka hamburkan untuk beriklan politik. Sehingga ketika mereka benar-benar duduk di kursi pemerintahan yang mereka pikirkan adalah KORUPSI. Dengan korupsi tersebut mereka mampu mengembalikan uang mereka setelah beriklan politik. Bahkan mampu lebih dari apa yang telah mereka keluarkan.

Masyarakat Indonesia pun bukan lagi masyarakat yang bodoh yang bisa dibohongi begitu saja. Mereka tahu bagaimana kondisi politik bansa ini dan mereka tahu apa yang harus mereka perbuat . bahkan, karena ketidaksuaian  sebagian masyarakat Indonesia dengan banyakanya iklan politik di berbagai media, terutama media cetak seperti : poster, spanduk, banner, dan lain-lainnya mereka merusak iklan tersebut. Masyaraka secara terbuka tidak akan terpengaruruh oleh janji dari tokoh politik yang manis dimulut, namun pahit dalam kenyataan hidup kesehariannya. Mereka tidak mau bagian dari kehidupannya diganggu oleh janji surge yang disuarakan partai politik yag senang berburu kekuasaan. Oleh Karen itu, masyarakat Indonesia yang sudah yau tabiat buruk mereka pasti bisa memilih caleg,cagub, capres dan lain sebagainya yang cocok unatuk bisa menjadi pemimpin bangsa ini. 

No comments:

Post a Comment