Nov 25, 2011

THE BLIND SIDE

oleh : Ryo Santoso 


With Men This Is Possible, With God All Things Are Possible.

Film ini menceritakan tentang seorang laki laki kulit hitam (negro), Michel Oher yang diasuh oleh keluarga Tuohy yang berkulit putih. Film yang mengambil latar di amerika ini mencoba menggambarkan situasi sosial di amerika yang masih kental dengan streotipe warna kulit, antara kulit putih dan kulit hitam. Film ini pun menggambarkan keberadaan keluarga sebagai institusi yang sangat menentukan cara pandang dan hidup seseorang.

Leigh Anne Tuohy yang diperankan Sanddra Bullock, seorang ibu yang berasal dari keluarga berada dan harmonis melihat Michel Oher yang diperankan oleh Quinton Aaron, sebagai seorang anak laki laki negro berusia 18 tahun yang kehilangan keluarganya akibat broken home. Merasa iba dengan kehidupan michel yang menggelandang, Leigh Anne kemudian mengangkat Michel menjadi anak asuh keluarga Tuohy.

Michel Oher yang disapa Big Mike, pemiliki postur tubuh yang besar dan tinggi ini adalah penyuka olah raga yang berbakat. Pada suatu saat guru olah raga sekolahnya memasukan Michel dalam tim football sekolahnya, Crusader. Dari sinilah karir footballnya dimulai.



Seperti kata pepatah, semuanya pasti ada rintangan, begitulah yang menimpa Michel ketika harus dihadapkan pilihan yang menentukan masa depannya, yaitu memilih tim football professional. Keluarga Tuohy menginginkan Michel masuk dalam tim Ole Miss, namun ia lebih suka bergabung dengan tim Tennasse. Namun pada akhirnya keluarga Tuohy mengerti dan memberi kebebasan kepada Michel dalam memutuskan masa depannya

Film yang dilatarbelakangi dari kisah nyata kehidupan Lawrene Taylor, seorang pemain football professional ini, juga menceritakan permasalahan pendidikan. Iklim pendidikan amerika yang monoton, merupakan kritik bagi lembaga pendidikan, yang tidak memberi ruang nafas kebebasan bagi peserta didik untuk belajar.

Pesan pesan yang tersirat dalam film ini merupakan refleksi bagi penontonnya dalam memandang dan memahami seluk beluk masyarakat yang banyak memunculkan perbedaan ras, etnis, agama, dan juga kelas. Dalam film ini seakan memberi nafas baru dari adanya perbedaan perbedaan yang muncul dalam masyarakat, seperti yang dikatakan oleh Michel Oher dalam film ini “kuncinya adalah keberanian”. Dengan keberanian, segala macam bentuk ketakutan akan tergantikan dengan kebeba

Film yang berdurasi 2 jam lebih ini banyak memuat fakta fakta yang ada dalam keluarga, keluarga sebagai sarana pendidikan anak pertama kali mengenal dunia. Keluarga sebagai pembentukan karakter dan tingkah laku menjadi sangat penting ketika nantinya sang anak harus terjun ke masyarakat, dan orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam fase pertumbuhan anak. Kita bisa ambil contoh kehidupan Michel Oher ketika pada umur 7 tahun sudah di tinggalkan kedua orang tuanya yang broken home. Kehidupan menumpang kepada orang lain menjadi pilihan Mike, namun pastilah berbeda hidup berdampingan pada orang lain dengan orang tua sendiri. Rasa kasih sayang, rasa terlindungi, dan berbagi tidak bisa ia rasakan penuh pada masa kecil. Keluarga dalam hal ini memiliki peran dan fungsinya.

l  FUNGSI EKONOMI :    keluarga merupakan kesatuan ekonomi, dalam arti produksi dan konsumsi.
l  FUNGSI PENDIDIKAN: secara informal, fungsi pendidikan keluarga masih penting.
l  FUNGSI REKREASI: keluarga sebagai ruang melepas segala macam bentuk penat dari luar.
l  FUNGSI KEAGAMAAN: keluarga merupakan pusat pendidikan, upacara, dan ibadah bagi para
                                              anggotanya.
l  FUNGSI PERLINDUNGAN: keluarga memberikan fungsi perlindungan secara fisik maupun sosial.
l  FUNGSI BIOLOGI:    keluarga merupakan tempat lahirnya anak-anak. Fungsi biologi keluarga ini
                                     merupakan dasar keberlangsungan masyarakat.
l  FUNGSI AFEKSI: fungsi ini tumbuh sebagai akibat cinta kasih yang menjadi dasar perkawinan. Dari
                                   sini lahir hubungan persaudaraan, persahabatan, kebiasaan, identifikasi, persamaan
                                   pandangan, dll. Penting bagi perkembangan pribadi anak
l  FUNGSI SOSIALISASI: melalui interaksi sosial dalam keluarga, anak belajar pola tingkah laku, sikap,
                                            keyakinan, cita-cita, dan nilai-nilai masyarakat dalam rangka perkembangan
                                            kepribadiannya

Adanya industrialisasi, urbanisasi, dan sekularisasi telah menyebabkan fungsi keluarga mengalami
perubahan dan pergeseran. Banyak fungsi keluarga yang kini ditangani oleh institusi lain di luar keluarga.
Perubahan masyarakat berpengaruh kepada perubahan fungsi keluarga

Sementara itu karakteristik keluarga menurut Burgess dan Locke : Keluarga terdiri dari orang-orang yang
bersatu karena ikatan perkawinan, darah, atau adopsi. Michel Oher dalam film The Blind Side memcoba
menggambarkan 2 karateristik keluarga, yaitu keluarga aslinya dan keluarga hasil adopsi. Leigh Anne
Tuohy dengan hati keibuaannya, Anne memberanikan diri mengambil hak asuh atau mengadopsi Michel
karena merasa iba dengan kehidupan keluarga Michel yang berantakan, dari sebuah bentuk perkawinan
yang tidak sempurna.

Dalam kaca mata sosiologi, teori pertukaran melihat perkawinan sebagai proses pertukaran antara hak
dan kewajiban serta “penghargaan dan kehilangan” antara suami-istri. Karena perkawinan merupakan
proses integrasi dua individu yang hidup dan tinggal bersama, sementara latar belakang sosial budaya,
keinginan dan kebutuhan mereka berbeda, maka proses pertukaran dalam perkawinan harus senantiasa
dirundingkan dan disepakati bersama. Dalam keluarga Oher, Denise Oher selaku ibu Michel Oher adalah
seorang perempuan pecandu yang memiliki banyak masalah dan selalu mengalami perpecahan dalam
perkawinannya.

Perpecahan keluarga seperti orang tua yang bermusuhan, perceraian. Penelitian Sheldon dan Eleanor
Glueck menyebutkan bahwa hampir 50 % kemungkinan menjadi nakal anak-anak dari rumah tangga yang
bercerai. Scanzoni dan Scanzoni menggambarkan kondisi menjelang perceraian diawali dengan
mandeknya negosiasi antara suami istri , tidak ada kesepakatan: masing-masing ingin memaksakan
kehendak sendiri, mencari kesalahan pasangan, mengupayakan konflik daripada mencari penyelesaian,
mencoba menunjukkan kekuasaan, menumbuhkan rasa permusuhan dan kebencian.

Menjaga keluarga memang tidak semudah membalikan telapak tangan sepertinya, keluarga yang harmonis
merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Saling mengerti dan terbuka merupakan titik poin kecil yang
sederhana yang harus dimunculkan. Dengan keluarga yang bahagia, tumbuh kembang anak niscaya akan
baik dan anak pun bisa menentukan masa depannya sendiri.

DITULIS OLEH RYO SANTOSO

No comments:

Post a Comment