Nov 8, 2011

Seminar : Agenda Politik Kesejahteraan Koperasi

Oleh : Fetty Wiyani 

hay.. para sahabat Terang Sore.. kali ini penulis pengen nge-share tentang salah satu acara yang ada di Purwokerto. jadi, pada tanggal 8 November 2011, komunitas baca Terang Sore diundang dalam seminar sehari agenda politik kesejahteraan dan penguatan kemandirian koperasi. acara ini merupakan salah satu kegiatan launching dari lembaga konsultan koperasi yang bernama BAE. acara ini dihadiri oleh pembicara-pembicara yang terbilang keren deh hehehehe... untuk sesi seminar pertama yang membahas tentang agenda politik kesejahteraan, yang di moderatori oeh mas Jarot C. Setiyoko dan pembicara oleh Bapak Dawam Rahardjo, beliau adalah ahli ekonomi politik yang top banget, serta tidak kalah kerennya yaitu mas Suroto, beliau juga adalah aktivis koperasi yang jam terbangnya udah tinggi. 
acara launching ini dihadiri oleh 117 orang, yang tergabung dalam Kopma-kopma kampus di beberapa daerah Jawa, organisasi internal maupun eksternal kampus, serta perwakilan dari beberapa fakultas dan jurusan Universitas Jenderal Soedirman. seminar pada sesi pertama, menjelaskan tentang perkembangan awal koperasi di Indonesia maupun diluar. gagasan koperasi yang digagasi awal dari seorang Robert Owen, seorang pelaku bisnis yang sukses yang menyumbangkan banyak laba dari bisnisnya demi peningkatan hidup karyawannya. Dia dianggap sebagai "Bapak" gerakan koperasi. salah satu sambutan perwakilan dari Disperindagkop mengatakan bahwa, banyak koperasi yang layu setiap tahunnya, untuk di Kabupaten Banyumas sudah 178 Koperasi yang layu. sesungguhnya koperasi merupakan salah satu elemen alat pembangunan ekonomi yang mampu mensejahterakan perekonomian rakyat dan untuk melepaskan jeratan dari sistem kapitalisme. masih banyak masyarakat yang belum menyadari manfaat besar dari kegiatan per-koperasian.


     masuk pada sesi pertama seminar launching yang dimulai dari Bapak Dawam yang menjelaskan sejarah dari koperasi, dimana dulu untuk menolong rakyat indonesia yang terjajah dari Bangsa Belanda yang berlarut-larut, mulailah dari orang yang mempunyai penghasilan yang cukup lumayan untuk membantu masyarakat meningkatkan kehidupannya dimulai dari membuat koperasi kredit yang dilandasi ekonomi. tingkat pendapatan tertentu merupakan faktor meningkatnya perkembangan koperasi di luar negeri meningkat karena diiringi juga pertumbahan ekonomi, sebagai contoh di negeri bunga tulip atau Belanda yang mempunyai koperasi flora, dimana koperasi tersebut mempunyai bunga-bungaan dari berbagai jenis didunia yang lahannya sebesar 100x dari lapangan bola. cukup besar yah?! hehe :D, serta di Amerika dimana petinggi-petinggi penganut kapitalis terbesar pun, memiliki kesadaran tinggi dalam koperasi untuk kesejahteraan. di awali oleh kelompok yang memiliki pendapatan yang lumayan untuk membangun kesejahteraan rakyat, dibentuklah koperasi kredit. namun, pada tahun 1930an Belanda tidak memberi ijin kepada pendiri koperasi, melainkan mereka memberikan suatu solusi lain dengan pembentukan lembaga mikro keuangan atau politik kesejahteraan. namun politik kesejahteraan ini tidak sepenuhnya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat melainkan cara lain untuk tetap melanggengkan sistem-sistem kapitalis masuk ke dalam perekonomian di Indonesia, apalagi Indonesia memiliki sumber daya yang sangat menggiurkan untuk di exploitasi dan diambil keuntungannya. politik kesejahteraan ini beralibi untu meredam radikalisasi politik pada masa Soekarno. melalui cara tersebut, Belanda akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat namun hak politiknya dicabut, agar Indonesia tidak merdeka. Koperasi merupakan socio market ekonomi dari sistem ekonomi liberal yang diatur oleh regulasi. 

        sangat menarik dalam seminar tentang koperasi ini, dimana kondisi perekonomian di Indonesia benar-benar sangat terpuruk. tingkat kemiskinan yang semakin meningkat di setiap pergantian pemerintahan dan menyebarkan data kamuflase kepada rakyat bahwa jumlah tingkat kemiskinan di Indonesia mulai menurun. di samping itu, akibat dari warisan hutang di jaman Soeharto yang sudah menggunung dan terus meningkat lagi dan lagi pada pergantian era kepemimpinan. Jual-Beli undang-undang untuk melanggengkan para investor asing yang menetap di tanah Indonesia yang mengeruk habis sumber daya alamnya. Koperasi bukanlah suatu wacana atau hal yang baru lahir di kalangan masyarakat. koperasi mampu menolong perekonomian negeri jika tingkat kesadaran kesejahteraan masyarakat tinggi ditengah krisis yang terus menyelimuti negeri ini. penulis berharap, untuk penyuluhan tentang pengetahuan koperasi, melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat tentang program koperasi yang sangat membantu pembangunan ekonomi.
okee.. kayanya cukup segitu dulu kali ya, penulis menceritakan tentang hasil seminar Launching dari lembaga koperasi BAE. semogga Lembaga konsultan Koperasi BAE mampu menjadi tonggak pembangunan ekonomi bangsa ini. Sukses! :D 

No comments:

Post a Comment